Bagian emiten farmasi terkatrol vaksin corona, investor harus bagaimana?

Dapatkan promo member baru Pengeluaran HK 2020 – 2021.

KONTAN. CO. ID –  JAKARTA. Angin segar pegari dari penanganan kasus Covid-19 dalam tanah air. Kemarin (6/12), Nusantara mendatangkan 1, 2 juta ukuran vaksin produksi Sinovac asal China. Saat ini, vaksin tersebut disimpan di Kantor Pusat PT Bio Farma (Persero) di Bandung, Jawa Barat.

Kedatangan vaksin ini turut mendorong kenaikan harga saham emiten farmasi. Melansir RTI, hari ini tiga emiten yang berkaitan dengan farmasi menjadi pengisi puncak klasemen saham dengan kenaikan tertinggi. Makin, ketiga saham ini kompak terkena auto rejection atau ARA di akhir perdagangan hari ini.

Ketiga saham  tersebut adalah PT Kimia Farma Tbk (KAEF) melesat 24, 79% ke lapisan Rp 4. 430, saham Indofarma Tbk (INAF) melesat 24, 78% ke level Rp 4. 230, dan saham PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) melesat 24, 68% ke level Rp 1. 440.

Baca Juga: Simak deretan saham alternatif Mirae Asset Sekuritas menjelang menutup tahun 2020

Sejak awal tahun, saham-saham ini juga sudah naik gila-gilaan. Saham KAEF misalnya, sudah naik 254, 40% sejak awal tahun tengah saham IRRA sudah naik 121, 54% sejak awal tahun.

Bagian INAF bahkan lebih fantastis lagi. Sejak awal tahun atau dengan year-to-date , bagian BUMN ini melesat hingga 386, 21%.

Aria Santoso, Presiden Eksekutif CSA Institute menilai, kenaikan dengan terjadi pada saham sektor farmasi disebabkan saham sektor ini mendapatkan momentum jangka pendek. Saham emiten farmasi pun bisa dimanfaatkan buat perdagangan  selama masih ada optimisme pasar. “Sesungguhnya secara harga sekarang sudah tidak murah lagi, ” terang Aria kepada Kontan. co. id, Senin (7/12).

Dus, Aria menyarankan, bagi yang ingin menyelenggarakan investasi bisa memperhatikan sektor lainnya yang masih murah. Menurut Aria, sektor properti masih bisa dijadikan alternatif pilihan investasi dengan status saat ini dimana era suku bunga sudah cukup rendah. Secara sektoral, indeks sektor properti, real estate , & konstruksi masih  memberi return -23, 54% sejak awal tahun.

Baca Juga: IHSG berpeluang menguji level 6. 000, berikut sentimen pendorongnya

Sementara Analis Panin Sekuritas William Hartanto menilai, investor bisa menunggu momentum terjadinya koreksi ataupun langsung melakukan pembelian di current price . Jika terjadi koreksi pun William menilai tidak akan terlalu jauh.

Tatkala itu, saham sektor lainnya pula hampir semuanya bisa menjadi perhatian pelaku pasar. “Karena anggapannya semua akan pulih sesudah vaksinasi, ” terang William.

 

<! —

gong2deng –>

Editor: Tendi Mahadi

. bg-color-linkedin background-color: #0072b1;