Nusantara terancam masuk ke jurang resesi, ini cara tepat menghadapinya

Jakarta. Daftar negara yang masuk ke jurang resesi semakin banyak. Setidaknya 18 negara sudah masuk ke jurang resesi.   Terbaru, Australia resmi masuk ke jurang resesi setelah ekonominya mengalami kontraksi sejumlah 6, 3% year on year (YoY) pada kuartal II 2020.  

Indonesia juga terancam merembes ke jurang resesi karena  di kuartal II 2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia minus 5, 32 persen. Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III 2020 diperkirakan masih akan minus.  

Baca juga:   Katalog promo Tupperware September 2020 cool teen, bawa bekal makanan makin kece 

Head of Marketing PT Indo Premier Sekuritas Paramita Sari mengatakan, penanda utama resesi adalah penurunan ekonomi dengan berkurangnya perdagangan dan aktivitas industri. Status ini berpotensi membuat pertumbuhan ekonomi minus dalam dua kuartal berendeng. “Kendati demikian, optimisme itu tentu ada untuk perekonomian Indonesia dengan masih bisa tumbuh positif maka akhir tahun, jika pada kuartal III mendatang pertumbuhan ekonomi menetap di zona positif, ” cakap Paramita, Kamis (3/9/2020).

Meskipun lurah resesi sudah membayangi, ada kira-kira cara yang bisa Anda kerjakan untuk mendukung upaya pemerintah pada menjaga perekonomian ke depan. Berikut ini 4 tips yang bisa Anda lakukan untuk bersiap dalam menghadapi ancaman jurang  resesi.

1. Berhemat

Hemat bukan berarti pelit. Hemat keuangan di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang belum tahu  sah kapan berakhir sangat penting buat menghadapi kondisi perekonomian yang mampu terjerembab di jurang resesi. Oleh sebab itu, beberapa pos keuangan yang tidak penting-penting amat menetapkan ditunda terlebih dahulu dan pokok pada kebutuhan-kebutuhan pokok.

Memenuhi keinginan pokok secara mandiri juga istimewa, misalnya untuk kebutuhan makan sehari-hari bisa dimasak sendiri. “Dengan begitu, yang namanya pesan makanan lewat aplikasi online juga wajib dikurangi sedikit demi sedikit biar tidak menguras uang. Kunci penghematan adalah mengendalikan keinginan dan mengutamakan keinginan, ” jelas Paramita.

2. Persiapkan dana darurat

Tak seorang pun terang apa yang akan terjadi pada masa depan. Ada banyak peristiwa tak terduga di masa ajaran yang tak seorang pun bisa melihat dan menghindarinya secara sah, seperti sakit, kecelakaan, PHK, maut, kebanjiran dan peristiwa lain yang sifatnya mendadak.

Dihadapkan pada ketidakpastian perekonomian  dan ancaman jurang resesi karena pergerakan ekonomi nasional yang lesu, menyiapkan dana darurat itu sangat penting. Dana darurat yang sebaiknya likuid ini penting untuk mengantasipasi pengeluaran yang tak terduga tersebut. “Rumus ideal dana gawat adalah jumlah pengeluaran bulanan dikalikan jumlah bulan yang diantisipasi dengan biasanya minimal 6 bulan, ” jelas dia.

gong2deng –>

Editor: Adi Wikanto