Ruang sektor keuangan naik, harga saham dua anak usaha BBRI melesat ratusan persen

Promo menarik pada undian Data SGP 2020 – 2021.

LANGSUNG. CO. ID –  JAKARTA.   Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) makin mempersempit penurunan di tahun ini. Hingga Jumat (18/12), IHSG tercatat tinggal turun 3, 10% sejak awal tahun ataupun year to date (ytd) ke enam. 104, 32.

Di tengah penurunan IHSG, tiga indeks sektoral sudah berada di zona hijau pedengan menguat jika dibandingkan dengan posisi akhir 2019.

Ketiga indeks sektoral ini merupakan:

  • Sektor pertambangan 25, 23%
  • Daerah keuangan 0, 40%
  • Sektor perdagangan & jasa: 0, 07%

 

Sektor keuangan memiliki nilai terbesar terhadap IHSG sehingga pergerakan indeks ini turut memengaruhi pokok IHSG.  

Membaca Juga: Tiga ruang sektoral sudah berada di zona hijau, ini saham-saham penopangnya

Berdasarkan data Bloomberg, berikut saham sektor keuangan dengan poin terbesar pada indeks:

  1. Bank Central Asia (BBCA) bangkit 1, 72% ytd
  2. Bank Permata (BNLI) 110, 28%
  3. Bank BRISyariah (BRIS) 593, 94%
  4. Bank Rakyat Indonesia Agroniaga (AGRO) 422, 73%
  5. Bank Jago (ARTO) 40, 75%
  6. Bank Bukopin (BBKP) 121, 11%
  7. Bank JTrust Indonesia (BCIC) –
  8. Bank Maybank Indonesia (BNII) 38, 83%
  9. Bank Mega (MEGA) 10, 24%
  10. BPD Jawa Barat dan Banten (BJBR) 39, 66%

Baca Juga: Hanya 5 dari 24 indeks BEI yang positif, ini saham-saham penggeraknya

Meski hanya menguat 1, 72%, bobot BBCA paling berpengaruh karena saham Perserikatan Djarum ini memiliki kapitalisasi pasar terbesar, yakni Rp 830 triliun atau 11, 7% dari mutlak kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia yang mencapai Rp 7. 102 triliun pada Jumat (18/12). Selain BBCA, penggerak indeks sektor itu justru berasal dari saham-saham dengan kapitalisasi pasar kecil.

Aksi korporasi menyebabkan sektor keuangan menggeliat di tahun itu. Misalnya saja Bank Permata yang memiliki pemegang saham pengendali mutakhir di tahun ini.

Dua anak jalan PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) mencatat lonjakan ciamik. Harga bagian BRISyariah (BRIS) yang akan berganti nama menjadi Bank Syariah Indonesia ini melesat hampir 594% semenjak awal tahun karena akan penyatuan dengan anak usaha bank-bank syariah BUMN. Sementara harga saham BRI Agroniaga melesat hampir 423%.

Baca Serupa: Bakal mendapat pangkal, anak usaha bank besar mulai ekspansi

Baca Juga: Bank Syariah Indonesia siapkan jadwal bisnis, segmen wholesale akan diperkuat

<! —

gong2deng –>

Editor: Wahyu T. Rahmawati

. bg-color-linkedin background-color: #0072b1;